Turki memang unik. Dengan penduduk 70 juta yang hampir semuanya Islam, negara ini juga masuk G 20 seperti Indonesia.
Kekaisaran Ottoman yang pernah menjajah seperempat dunia itu sejak 1923 bertransformasi jadi Republik Modern yang didirikan Kemal Mustafa. Begitu hebatnya pengaruh Kemal Mustafa ini bisa dilihat di Ataturk Maosuleum yang ada di Ankara. Ataturk artinya Bapak Bangsa Turki. Pemerintah boleh berganti partai, tapi Republik Turki Modern harus berpegang pada Ataturkism.
“Hubungan Indonesia dengan Turki ini sangat penting, karena secara geopolitik posisi Turki itu penting” kata Dubes Awang Bahrin pada saya. Terletak di pertemuan tiga benua Asia, Eropa dan Afrika, Turki juga menjadi satu satunya negara anggota OKI yang juga NATO. Turki juga mau jadi Pusat Pertemuan Budaya Timur dan Barat, bahkan pertemuan antara Belahan Dunia Utara dan Selatan ! Selagi berjuang dengan keras utk masuk Uni Eropa, Turki juga berusaha memperjuangkan Istanbul ( dulu Konstantinopel ) jadi Capital Culture of Europe di th 2010.
Siapakah yang sedang pegang mike ini ? Bukan penyanyi biasa.. The Singing Ambassador of Republic Indonesia in Ankara ! Dubes Awang Bahrin dan ibu Henny Awang sedang ber karaoke ria di acara Open House bersama masyarakat Indonesia di Ankara.
Kemarin, beberapa jam sebelum Buka Puasa terakhir yang jatuh pukul 7 malam waktu setempat ( pkl 11 malam WIB ) saya tiba di kediaman resmi Dubes. Hari ini, setelah mencoba Hamam, mandi Turki tradisional di Ankara, saya ikut bergabung di acara Open House Hari Raya Idul Fitri ini. Ada kira kira delapan puluh orang Indonesia yang hadir di Kediaman Resmi tersebut. Disitu saya bertemu bukan cuma mahasiswa Indonesia asal Sekolah Indonesia-Turki Jakarta. Tapi juga beberapa engineer dari PT DI yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat di Ankara.
Di gambar ini anda melihat saya bersama Tiga Pangeran dari Keluarga Kerajaan Ubud. Foto ini diambil di Royal Palace Dinner di Puri Saren Agung di Ubud Center.
Saya mulai berkenalan dengan keluarga yang sangat dihormati di Ubud ini dari Pangeran termuda, di foto ada di paling kanan, yaitu Tjokorda Gede Sukawati. Beliau mengundang saya beberapa tahun yang lalu untuk melihat pembangunan hotel Royal Pita Maha. Pak Cokde, begitu saya memanggilnya, adalah seorang seniman lengkap. Bisa bikin patung, bisa menari , bisa melukis! Beliau bahkan punya workshop di hotel Royal Pita Maha. Suka bikin Barong yang disumbangkan pada berbagai desa untuk Pura , tempat berdoa bagi masyarakat. Pak Tjokde yang punya gelar Master in Marketing ini juga mengajar di Universitas Udayana. Bahkan beliau pernah menunjukkan thesis Master nya yang membahas tentang Spiritual Marketing. Yaitu tentang bagaimana perlunya God Satisfaction, sebelum Customer Satisfaction. Sebab God is No 1 Customer!.
Recent Comments